/*CURSOR CCS GENERATOR - BLOGTUTORIALS-01.BLOGSPOT.COM */ body { cursor:url http://cursor.com/images/19a.gif ,default;}

Rabu, Juni 05, 2013

pantai surga dibumi

Penginapan sangat sederhana yang hanya berdinding serta beratap anyaman daun kelapa itu bertarif minimal 75 euro atau Rp 900.000 semalam. Jika ingin menyelam harus membayar 30 euro atau sekitar Rp 360.000 sekali menyelam pada satu lokasi tertentu. Kebanyakan wisatawan datang dari Eropa. Hanya beberapa wisatawan asal Indonesia yang menginap dan menyelam di sana.

 Sejumlah wisatawan tampak asyik berantap dan mengobrol santai sambil memandang lepas ke arah laut yang didominasi warna biru, hijau, dan putih. Teriknya matahari dan cerahnya udara justru membuat gemas para tamu untuk kembali menyelam. Cahaya matahari kerap menembus celah-celah gelombang laut sampai ke karang. Keelokan pemandangan dan biota lautnya memang membuat kesan mendalam bagi para wisatawan. Bagi pencinta wisata pesisir dan bawah air yang fanatik, Raja Ampat sangat dikenal bahkan dinilai terbaik di dunia untuk kualitas terumbu karangnya.

Papua Diving, satu-satunya resor eksotis yang menawarkan wisata bawah laut di kawasan itu, didatangi turis-turis penggemar selam yang betah selama berhari-hari bahkan hingga sebulan penuh mengarungi lekuk-lekuk dasar laut. Mereka seakan tak ingin kembali ke negeri masing-masing karena sudah mendapatkan “pulau surga yang tak ada duanya di bumi ini”..

Turis ke Raja Ampat hanya ingin ke Papua Diving di Pulau Mansuar karena fasilitas dan pelayannya sudah berstandar internasional, juga makanannya. Mereka mendarat di Bandara Domne Eduard Osok, Sorong, langsung menuju lokasi dengan kapal. Perlu waktu sekitar 3-4 jam untuk mencapai Mansuar.
Seperti pulau lainnya, Mansuar tampak asri karena hutannya masih terjaga dan air lautnya pun bersih sehingga biota laut yang tidak jauh dari permukaan bisa terlihat jelas. Turis cukup berenang atau ber-snorkelling untuk melihat keindahan laut, sedangkan jika ingin mengamati langsung kecantikan biota laut di kedalaman, mereka harus menyelam.

Langue English
enginapan very simple that only a walled and roofed woven palm leaves that cost a minimum of 75 euro or Rp 900,000 a night. If you want to dive must pay 30 euros or approximately USD 360,000 was diving at a particular location. Most tourists come from Europe. Only a few tourists from Indonesia to stay and dive in there.

Berantap number of tourists seem preoccupied and chatting casually as he looked off toward the sea that dominated blue, green, and white. Heat of the sun and the bright air makes exasperated guests to dive. Sunlight penetrates the cracks often waves to the reef. Beauty of the scenery and marine life did make a lasting impression for the tourists. For lovers of coastal tourism and underwater fanatic, Raja Ampat is very well known even rated the best in the world for quality of coral reefs.

Papua Diving, the only exotic resort that offers underwater tours in the region, visited by tourists diving enthusiasts at home for days and even up to a month wading through the contours of the sea floor. They seemed to not want to go back to their countries because they get "island paradise second to none on this earth" ..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar