Trawangan punya nuansa "pesta" lebih daripada Gili Meno dan Gili Air, karena banyaknya pesta sepanjang malam yang setiap malamnya dirotasi acaranya oleh beberapa tempat keramaian. Aktivitas yang populer dilakukan para wisatawan di Trawangan adalah scuba diving (dengan sertifikasi PADI), snorkeling (di pantai sebelah timur laut), bermain kayak, dan berselancar. Ada juga beberapa tempat bagi para wisatawan belajar berkuda mengelilingi pulau.
Di Gili Trawangan (begitu juga di dua gili yang lain), tidak terdapat kendaraan bermotor, karena tidak diizinkan oleh aturan lokal. Sarana transportasi yang lazim adalah sepeda (disewakan oleh masyarakat setempat untuk para wisatawan) dan cidomo, kereta kuda sederhana yang umum dijumpai di Lombok. Untuk bepergian ke dan dari ketiga gili itu, penduduk biasanya menggunakan kapal bermotor dan speedboat.
Langue English
Trawangan has shades of "party" more than Gili Meno and Gili Air, because many parties all night every night of the show rotated by some public places. Popular activities conducted in Trawangan tourists are scuba diving (with PADI certified), snorkeling (northeast coast), kayaking, and surfing. There are also several places for tourists to learn to ride around the island.
Gili Trawangan (as well as in two other dyke), there are no motorized vehicles, because it is not allowed by local rules. Common means of transportation are bicycles (rented by local people for the tourists) and cidomo, simple horse-drawn carriage which are common in Lombok. To travel to and from the third dyke, people usually use motorized boats and speedboats.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar